Luck And Wind

  • 0

Oke aku mulai menulis dengan segala kebencian .
Kau tau orang yang paling kubenci ?
Mereka adalah orang yang beruntung .

“Kenapa ?”

Kenapa ? Apa itu sebuah pertanyaan ?
Mungkin kau akan lebih membenci mereka daripada aku jika kau tidak beruntung .
Yah , mungkin lebih tepatnya itu iri , tapi tetep saja aku benci .
Kesalahan apa yang aku perbuat sehingga aku tidak beruntung ?
Dan betapa jijiknya aku , ketika aku telah berusaha lalu dikalahkan dengan orang beruntung dan tanpa usaha . Apa ini fear ?
Barangkali ini namanya persetan yang adil .
Hei , jawab . Aku bicara dengan kau !

“Kau tidak tahu apa apa tentang keadilan , dan kau tidak bisa apa apa . Oh aku tau , yang bisa kau lakukan hanya berdiri di tengah lapangan sambil menangis terisak lalu teriak ‘Tuhan ambil saja nyawaku’ . Haha karna kau memang bocah yang menyedihkan . Dengarlah , aku telah menjadi angin sebelum aku merasakannya . Kau beruntung jadi manusia , dan ihat ! Aku tidak membencimu disini . Dan aku telah merasakan tangisan berjuta manusia sia sia seperti kau di Bumi ini . Berhentilah bersikap bodoh , apa kau tidak malu ?”

Tidak ada siapa siapa disini , sama siapa aku harus malu ?

“Sama aku ?”

Kau hanya angin , buat apa aku harus malu !

“Tapi aku juga ciptaan Tuhan . Sama sepertimu , aku juga berhak ! Perbedaan kita hanya karna kau lebih beruntung dari aku . Ingat itu !”

(Aku hanya tertunduk lesu sambil meratap awan , berharap dia tidak membisikan kata padaku bahwa aku lebih beruntung dari dia)





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

animasi blog