Oke aku mulai menulis dengan segala kebencian .
Kau tau orang yang paling kubenci ?
Mereka adalah orang yang beruntung .
“Kenapa ?”
Kenapa ? Apa itu sebuah pertanyaan ?
Mungkin kau akan lebih membenci mereka daripada aku jika kau
tidak beruntung .
Yah , mungkin lebih tepatnya itu iri , tapi tetep saja aku
benci .
Kesalahan apa yang aku perbuat sehingga aku tidak beruntung
?
Dan betapa jijiknya aku , ketika aku telah berusaha lalu
dikalahkan dengan orang beruntung dan tanpa usaha . Apa ini fear ?
Barangkali ini namanya persetan yang adil .
Hei , jawab . Aku bicara dengan kau !
“Kau tidak tahu apa apa tentang keadilan , dan kau tidak
bisa apa apa . Oh aku tau , yang bisa kau lakukan hanya berdiri di tengah
lapangan sambil menangis terisak lalu teriak ‘Tuhan ambil saja nyawaku’ . Haha
karna kau memang bocah yang menyedihkan . Dengarlah , aku telah menjadi angin
sebelum aku merasakannya . Kau beruntung jadi manusia , dan ihat ! Aku tidak
membencimu disini . Dan aku telah merasakan tangisan berjuta manusia sia sia
seperti kau di Bumi ini . Berhentilah bersikap bodoh , apa kau tidak malu ?”
Tidak ada siapa siapa disini , sama siapa aku harus malu ?
“Sama aku ?”
Kau hanya angin , buat apa aku harus malu !
“Tapi aku juga ciptaan Tuhan . Sama sepertimu , aku juga berhak
! Perbedaan kita hanya karna kau lebih beruntung dari aku . Ingat itu !”
(Aku hanya tertunduk lesu sambil meratap awan , berharap dia
tidak membisikan kata padaku bahwa aku lebih beruntung dari dia)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar