Aku selalu menginginkan sesuatu dengan instan. Semuanya.
Harta, tahta dan kamu.
Aku tidak tahu bagaimana caranya menikmati proses.
Aku tidak tahu nikmatnya mendapatkanmu.
Tapi aku selalu menginginkan berdua denganmu.
Lalu bisakah, aku mendapatkanmu dengan instan?
Oke, skip it.
Love sucks.
Kebahagiaan
Hidup terlalu sia-sia jika digunakan hanya untuk bekerja. Tujuan hidup bukan bekerja. Bagiku tujuan hidup itu jelas, bahagia. Baik itu di dunia ataupun disurga hingga dineraka sekalipun jika kau bahagia, maka hidupmu tidak sia-sia. Sayangnya kau tidak mungkin bahagia di neraka. Agama berkata, tujuan hidup itu menyembah-Nya. Tidak ada yang salah dengan itu, karna hasil akhirnya surga. Siapa yang tidak bahagia jika disurga? Kau bisa bahagia pada saat tahap proses dan tahap hasil. Olahraga adalah proses, sehat adalah hasil. Makan adalah proses, kenyang adalah hasil. Dunia adalah proses, akhirat adalah hasil.
Time Will Heal
Sepertinya menulis bukan lagi hobiku. Yah, sepertinya aku memang tidak pernah hobi menulis. Aku menulis hanya untuk meluapkan kesedihan. Dan sepertinya aku sedang menikmatinya sekarang.
Dulu aku terbiasa meminum segelas Milo sambil bersandar di bangku belajar. Meluapkan murka diatas tuts keyboard sambil bergaya tegar. Memaksa otak untuk memilah kata yang tepat sesuai dengan apa yang aku rasa. Kini aku kembali mencoba, tidak ada salahnya memaksa otak lagi. Toh, jika lelah berfikir aku tinggal tidur.
Dulu aku terbiasa meminum segelas Milo sambil bersandar di bangku belajar. Meluapkan murka diatas tuts keyboard sambil bergaya tegar. Memaksa otak untuk memilah kata yang tepat sesuai dengan apa yang aku rasa. Kini aku kembali mencoba, tidak ada salahnya memaksa otak lagi. Toh, jika lelah berfikir aku tinggal tidur.
Aku memulai cerita dari pagi tadi di ruangan perpustakaan. Hawa dingin menyerangku tanpa henti. Menguap sana-sini mengisyaratkan bahwa ini waktu yang tepat untuk istirahat. Belum lagi dengan suasana sepi dan ditemani buku-buku. Ah sial, aku semakin ingin tidur saja. Memang sudah bawaan lahir, ketika melihat buku pasti langsung mengantuk. Atau ini sebuah kutukan agar aku selalu bodoh.
Kali ini aku sendiri, hanya ditemani buku-buku jadul perpustakaan yang pernah dipegang oleh mahasiswa pintar. Kupaksakan mataku terbuka untuk membaca buku. Sayangnya tidak bisa, pikiranku masih melanglang buana. Masih terngiang samar-samar wajahmu yang berpaling dariku saat itu. Yah, kita berdebat hebat tentang dua hal cinta dan jodoh. Terbakar api cinta namun tak berjodoh. Aku mengutarakan pendapatku tentang keduanya, aku percaya jodoh itu ditangan Tuhan dan cinta itu ditangan manusia. Alasan aku mengatakannya cukup klasik. Contohnya, siapa sih yang tidak mencintai ibu nya sendiri? Dibesarkan dengan sabar, diajarkan banyak hal, diberi perhatian. Dan kau masih tidak mencintainya? Mungkin ada yang salah dengan hatimu. Alasan yang sama juga ditujukan buatmu, yang selalu sabar, mengarahkanku pada kebaikan, tersenyum saat aku bersedih. Siapa yang tidak cinta?
Langganan:
Postingan (Atom)