For [#FF2in1] 11 Oktober 2012 (2)
Tema : Someday
Ira pulang dari dinner di bukit dengan Marcel dan dengan wajah yang berseri seri dia berbicara di telfon dengan sesorang. " Ina aku tak pernah sesenang ini. Mungkin besok dia akan menembakku dan aku akan mengukir tanggalnya ditanganku." "Maksudmu , kamu buat tatto?" terdengar suara dari seberang. Iya, biar aku selalu mengingatnya. "Gilalo" langsung disambar Ina. "Cinta memang buat gila". Tiba tiba terdengar suara hampa, ternyata hp Ira lowbet dan dia pun menagmbil chargernya dan ingin menelpon Ina lagi.
Kring!! Kring!! Ternyata itu suara telepon rumah Ira dia mengangkat dan menjawab tanpa salam, "Sabar lah na, hp aku tadi mati". Serentak Ira diam. Kali ini dia mendengar suara kosong. Disebrang tidak ada yang berbicara. "Halo" akhirnya terdengar suara dari kejauhan. "Maaf nak, Ibu cuma memberitahukan bahwa Marcel tadi menabrak sebuah pohon dan jatuh kejurang. Sekarang dia berada di rumah sakit tetapi Ibu khawatir dia tidak bisa bertahan. Datanglah kesini nak "
Ira hening. Hp yang tadi telah hidup. Kini berdering. Ira tak berespon seolah tidak mendengarkan bunyi itu, Ira hanya tunduk dan menggerakan bibir sambil mengeluarkan kata. "Suatu saat aku akan bersamamu walau entah kapan!"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar