"Kriiiiing! Kriiing!" Pagiku dibangunkan private number yang hanya memiss call ku. "Menjijikan!" Makiku dalam hati. Dan tak lama kemudian ada pesan di handphone ku yang ntah siapa pengirimnya "Nita! Akulah pemujamu. Dan aku harap kau akan senang memiliki aku yang tak berharga." Semakin menjijikan saja, tanpa nama dan misterius tidak gentle. Pasti si Lia mengerjaiku lagi ni. Agar aku girang tak karuan karena ada lelaki misterius yang memujaku. "Dasar mata belok" aku bergumam tetapi masih memperhatikan isi pesan itu.
Keesokan harinya tidur pulasku pun terhambat lagi. Dan pesannya semakin menjadi gila. "Kau adalah sesuatu yang kucinta. Kau hanya mengenalku tetapi aku mencintaimu." Ntah apa maksudnya pesan itu. Dan siangnya aku langsung memarahi Lia dengan garang "maksudmu apa sih? sudahdeh jangan keterlaluan gitu" . Ntah dia tak mau ngaku atau memang bukan dia aku masih bingung. Tapi aku tak kalah misterius. Aku mendiamkannya hingga berlarut bulan.
Sial, cuekku tiada hasil. Dia semakin membabi buta seolah merasa menang. Aku heran dengan orang ini. Jika dia ingin mengerjaiku kenapa bisa tahan sampai berbulan?
Dan kemarin aku duduk termenung dibawah tangga sekolah, berharap aku tau apa yang harus kulakukan. Tiba-tiba saja Daniel dan Lia sahabat-sahabatku menemuiku dan mengajakku ke kantin. Aku menolak dan berkata aku ingin sendiri.
Lelaki gimbal dengan wajah tampan itu merangkulku dengan kata indahnya "semua indah jika kau melihatnya dengan indah." Aku tidak mengerti kata-katanya tetapi serempak buluku naik berbaris. Lelaki gimbal yang telah menjadi sahabatku ini memang sungguh menawan dan telah lama aku mengidolakannya. Hanya saja aku takut merusak persahabatan kami bertiga.
Aku bercerita tentang pesan misterius itu kepadanya, dia mengangguk mengerti dan sedikit tertawa tertahan senyum. Aku bingung tetapi aku berharap itu dia. Sahabatku.
Sial, cuekku tiada hasil. Dia semakin membabi buta seolah merasa menang. Aku heran dengan orang ini. Jika dia ingin mengerjaiku kenapa bisa tahan sampai berbulan?
Dan kemarin aku duduk termenung dibawah tangga sekolah, berharap aku tau apa yang harus kulakukan. Tiba-tiba saja Daniel dan Lia sahabat-sahabatku menemuiku dan mengajakku ke kantin. Aku menolak dan berkata aku ingin sendiri.
Lelaki gimbal dengan wajah tampan itu merangkulku dengan kata indahnya "semua indah jika kau melihatnya dengan indah." Aku tidak mengerti kata-katanya tetapi serempak buluku naik berbaris. Lelaki gimbal yang telah menjadi sahabatku ini memang sungguh menawan dan telah lama aku mengidolakannya. Hanya saja aku takut merusak persahabatan kami bertiga.
Aku bercerita tentang pesan misterius itu kepadanya, dia mengangguk mengerti dan sedikit tertawa tertahan senyum. Aku bingung tetapi aku berharap itu dia. Sahabatku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar