Tersentak aku terbangun di pergantian hari. Mimpi buruk telah teralami olehku. Baju basah penuh keringat dan sangat gerah. Rasanya ingin mandi tapi dingin sedang tidak bersahabat, tapi Gerah! Aku tidak mengerti apa yang terjadi dengan raga ini. Manja seperti anak babi yang baru lahir. Melihat jam dinding yang terus melaju, aku coba untuk memaksakan tidur. Mencoba tanpa beban dan tidak merasakan apa yang telah kulihat. Tetapi aku tetap saja memikirkan masalah siang tadi. Saat aku berjumpa gadis tolol yang kubenci sepenuh hati. Awalnya aku mengacuhkannya, tapi aliran darah bergerak lebih cepat dan merusak rasa cuekku. Otak berpikir 4 kali seperti biasanya, ribuan kata-kata dibenak langsung mengumpulkan diri dan mencoba membuat puluhan pertanyaannya sendiri. Akhirnya kata-kata menggebu-gebu ingin dikeluarkan, tapi aku tak tau mau bertanya pada siapa. Seperti biasanya aku hanya bisa mengeluarkan kata-kata itu tanpa nada dan tanpa tanda tanya "kalau dia ingin bunuh diri kenapa harus naik ke apartemen itu, kenapa tidak dikamar saja ambil parang lalu dipaculkan kekepala, atau kenapa tidak membesit nadi saja dengan pisau silet." Setelah puas berceloteh bodoh aku mulai cuek lagi dan bergumam "dasar pencari sensasi." Melihat keramaian khalayak aku marah sendiri dan berceloteh lagi. "Kenapa kalian begitu tolol? Biarkan saja, itu hidup dia kalau pun dapat dicegah hari ini bisa saja dia bunuh diri dalam kamar mandi nanti malam. Aku rasa dia memang ingin menjadi selebritis, diperhatikan lalu dipuja dan dimohon-mohonkan. Dasar gadis tolol!"
Sepasang remaja memperhatikan aku dengan tatapan asing. Dalam hatiku berpikir kalau mereka merasa aku anak tolol. Lalu aku berang dan bergumam "kalianlah yang tolol!" Seperti merasa terancam, mereka menjauh dariku tetapi tetap saja melihat gadis itu. "Dasar tolol, ngapain dilihat gadis tolol itu?" Aku melihat ke gadis itu lagi dan berharap dia jatuh. Tetapi aku mengomel lagi karena melihat dia sedang menggenggam hp. "Dasar pencari sensasi. Pasti divideoin lalu upload ke Youtube. Dan kau berharap ada yang nolongin biar gak jadi jatuh. Sudah kutebak. Masyarakat disini kenapa begitu tolol ya? Mau dipertololkan oleh gadis tolol yang ingin memvideo mereka" Kali ini aku benar-benar merasa sayko. Semua kuanggap tolol, bahkan burung yang bernyanyi kubilang tolol karena bertenggek diatas tali listrik dan tidak takut terkena aliran listrik.
Setelah lima menit aku melintasi tempat para tolol itu, aku mendengar suara tepuk tangan dan suara kegirangan khalayak. Sebenarnya aku tidak mau balik, tapi aku penasaran siapa orang yang tolol yang mau menyelamatkan adegan tolol itu. Aku berlari dan bertanya kepada sepasang remaja tadi dan salah satu dari mereka "kenapa kau tidak melihatnya? dasar tolol!" aku merasa kesal. Tapi dalam hati aku berkata, tidak ada waktu untuk kesal dan aku bertanya kepada ibu-ibu separuh baya dan dia berkata "Gadis itu melihat HP lalu turun mengurungkan niatnya." Hati aku berkata, "Apa maksudnya ini semua ?." Lalu aku bertanya pada ibu tadi, "lalu kenapa engkau bersorak dan bahagia?" Ternyata dia memberikanku jawaban tolol "yah syukurlah dia gajadi jatuh." Aku menyesal bertanya karena membuat aku ingin memaki dan membentak semuanya "kenapa kalian begitu tolol?"
Tak lama kemudian petugas keamanan menggeret gadis itu keluar dan aku melihat HP nya terjatuh di keramaian. Seolah emas bernilai ratusan juta, aku masuk dan rela bertumpuk dikeramaian dan berusaha menggapai HP gadis itu. Dan akhirnya aku mendapatkannya. Tanpa ragu aku langsung melihatnya berharap aku masuk dalam video itu, tapi aku sangat takjub melihat pesan conversation yang belum terganti tampilannya dari tadi.
"
Kenapa kau memutuskan hubungan ini? apa gadak lagi rasa kamu ke aku ?
Aku menyayangimu sepenuh hati disini.
"
"
Kau! Selalu hadir dalam setiap sela waktuku.
Kau! Memberikan gejolak yang trus menggempur.
Kau! Aku tak berharap mengenangmu.
Kau! Merampas hatiku dan aku melebur.
Would you back to me ?
I promise I would not do it again.
Maukah kau berkata bahwa kau ingin kembali padaku ?
"
Lalu balasan pesan dari seorang cowok tertulis "Great Boy" dikontaknya dan isinya.
"Aku akan kembali, asal kamu berhenti melakukan itu"
Dan Gadis ini membalas.
"
Aku berjanji tidak melakukannya dan kau harus kembali.
Dan aku berjanji untuk menepati janji aku itu.
"
Dan dibalas lelaki itu lagi dari kejauhan.
"Tunggu aku dirumahmu.
Aku ingin memberikan pelukan hangat."
Spontan aku memaki dan memberikan HP itu kepada petugas. Lelucon macam apa yang aku dapatkan hari ini ? Menjijikan sekali. Dia tidak jadi bunuh diri hanya dengan kalimat "Tunggu aku dirumahmu. Aku ingin memberikan pelukan hangat."
Setiba dirumah, aku merasa lebih sayko, deffensive, protective, kritis dan semuanya. Aku memprotes semuanya. Saat aku melihat HP ternyata masih tidak ada message, emosi meningkat dan frustasi berat. Pikiran melayang ke hawa negatif dan membakar dirinya sendiri. Tiba-tiba HP ku pun bergetar dan aku mendapatkan satu pesan masuk.
"Maaf ya, belum ada ngasih kabar. Ulfa dari tadi sibuk banget. Maaf yah :*"
Aku pun membalasanya dengan wajah tersipu dan dengan senyuman indah. Tiba-tiba pola pikirku normal dan api yang terbakar meredam tergenang cinta. Aku tersadar wajahku berubah menjadi tak karuan. Tersenyum sendiri dihadapan layar HP. Berkhayal tak karuan seperti terkena paranoia. Aku langsung menghadap cermin di kamar dan berkata dengan tertawa sinis "Dasar Tolol."
"
Lalu balasan pesan dari seorang cowok tertulis "Great Boy" dikontaknya dan isinya.
"Aku akan kembali, asal kamu berhenti melakukan itu"
Dan Gadis ini membalas.
"
Aku berjanji tidak melakukannya dan kau harus kembali.
Dan aku berjanji untuk menepati janji aku itu.
"
Dan dibalas lelaki itu lagi dari kejauhan.
"Tunggu aku dirumahmu.
Aku ingin memberikan pelukan hangat."
Spontan aku memaki dan memberikan HP itu kepada petugas. Lelucon macam apa yang aku dapatkan hari ini ? Menjijikan sekali. Dia tidak jadi bunuh diri hanya dengan kalimat "Tunggu aku dirumahmu. Aku ingin memberikan pelukan hangat."
Setiba dirumah, aku merasa lebih sayko, deffensive, protective, kritis dan semuanya. Aku memprotes semuanya. Saat aku melihat HP ternyata masih tidak ada message, emosi meningkat dan frustasi berat. Pikiran melayang ke hawa negatif dan membakar dirinya sendiri. Tiba-tiba HP ku pun bergetar dan aku mendapatkan satu pesan masuk.
"Maaf ya, belum ada ngasih kabar. Ulfa dari tadi sibuk banget. Maaf yah :*"
Aku pun membalasanya dengan wajah tersipu dan dengan senyuman indah. Tiba-tiba pola pikirku normal dan api yang terbakar meredam tergenang cinta. Aku tersadar wajahku berubah menjadi tak karuan. Tersenyum sendiri dihadapan layar HP. Berkhayal tak karuan seperti terkena paranoia. Aku langsung menghadap cermin di kamar dan berkata dengan tertawa sinis "Dasar Tolol."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar