Puncak Depresi

  • 0
            Tidur dalam bangun, duduk dalam berdiri.
            Tak pernah termangun, tetap saja berlari. Meraih yang tak pasti? Itu sudah pasti.
Tapi tak pernah tergapai, bahkan dgn seluruh kekuatan dan usaha yang kumiliki, tetap saja tak terjadi.
Semua mencemoohku karna tak mampu dan hanya berimajinasi. Semua merendahkanku, melemparkan kata-kata buruk yang terdampar merekah ditelingaku. Mereka leluasa menari-nari penuh kebahagian hanya dengan melihat sikap ku yang selalu mencoba menepis. Mengelak dengan lincah , tapi tetap saja terjatuh menyungkur. Dan sakitnya ketika mereka tertawa karena aku bermimpi dan ketika mereka menggunakan tali pembatas untuk memisahkan aku dari kalangan mereka.
        Tapi? Aku bisa apa? Memang itulah yang terjadi. Aku bocah malang yang tidak dapat menikmati mimpi. Jauh dari keberuntungan dan dari keajaiban. Depresi yang buntu dalam sebuah pemikiran.
Tragisnya, aku hanya bisa menjawab pertanyaanku sendiri. Aku seperti orang gila yang berceloteh dgn cermin. Dan dengan penuh kekuatan aku memaki.
"Aku hanya bisa mengusir siang! Membentak petang! Membenci pagi! Dan aku hanya ingin malam! Malam yang indah menawan dengan semilir kehangatan angin agar aku dapat menulis, melukis kedendaman, dan menyembunyikan mimpi."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

animasi blog