Setetes hujan turun dari langit, lalu dia mengeluarkan jurus seribu juta bayangannya dan mendemo di atap rumahku. Suara klasik rintihan hujan terdengar dengan merdu ditelingaku. "Dafuk, hujan !" Maki ku pada hujan. "Kenapa mesti hari ini hujannya? Kenapa ga semalem aja? Padahal aku sudah mencuci motorku, sudah mandi, sudah wangi, sudah 'cukup' tampan. Aaaaaaaah!!" Aku terus ngomel tak karuan. Untung saja adikku sedang tidur, jika tidak mungkin dia akan menerima tumbal kekesalanku. Saat ini dia tertidur pulas sambil menggigit bantal. Namanya Willy dan dia sangat suram ketika tidur. Aku bahkan tak berani mendekatinya, karena gas yang keluar dari mulutnya bisa membuatku mabuk. Sementara aku sudah berjanji pada doi agar tidak mabuk-mabukan dan berandalan lagi.
Seketika hujan semakin deras , aku rasa hujan mendengar makianku. Dia semakin marah dan meminta bantuan Zeus. Kalau sudah hujan petir gini aku sudah pasrah saja. Aku ambil hp busukku dan mulai sms doi. "Maaf, hujannya lebat sayang. Aku gabisa datang :(" . Aku berharap dengan emoticon ':(' dia dapat melihat bahwa aku memang sedang sedih karna hujan sialan ini. Aku kedapur dan membuat susu coklat yang panas. Setiba dari dapur, aku langsung melihat hp dan tiba-tiba sudah ada pesan darinya. "JAMBU !" Balasan yang tepat, singkat, padat mantap dan menusuk. Dafuk, aku langsung jengkel sambil menganga ‘Jika jengkel aku emang sering menganga agar udara lebih banyak masuk dan jengkel ku hilang, kurasa itu sifat turunan kakek buyut ku yang disalurkannya ke aku, melalui spermanya’.
Dengan sigap aku membalas. "Maksudnya apa? Hujannya petir loh. Mau aku kesambar petir dijalan?" . Selang 30 detik kemudian hp ku berdering lagi. Dan kali ini sms nya panjang. Jika ada kompetisi sms mungkin dia masuk 3 besar. "Kalau kamu bisa datang kerumahku hari ini berarti kamu memang pria yang selama ini aku cari. Kamu nggak ingkar janji. Tapi jika tidak, kamu hanya buang buang waktu dihidupku. Kuharap kamu dapat berpikir dan datang kesini."
Gila, aku ditantang nih. Jadi kalo aku gadatang aku bukan pria sejati kayak Justin Bibier gitu? Yaudah biar kubuktikan kejantananku. Kubulatkan tekatku untuk pergi, kupandangi motor bututku sejenak dan terdengar suara dari hati kecilku ”semoga hari ini kau tidak mengulah butut”. Oke aku siap. Aku pun berangkat dengan mantap. Aku ga make mantel motor. Soalnya kalau aku make, aku terlihat culun dan ga gentle. Yah terlihat kayak boyband gitu. Jadi aku memberanikan diri melawan dingin hanya demi terlihat KEREN dan LAKI !. Sesampai didepan rumahnya. Kejadian bodoh dan sial itu terjadi. Saat aku ingin menelfon doi supaya keluar, hp cacad ini heng kena air hujan. Wtf! Kesialan macam apa ini ? Aku memanggil dan berteriak tapi hujan semakin deras. Aku bahkan sudah mengeluarkan urat uratku, tapi dia tetap tidak dengar. Sudah 15 menit menunggu dengan kedinginan akhirnya aku memutuskan untuk menyerah. Aku pulang dan mencampakkan hp ku kebawah lemari. ‘setelah itu kuambil lagi’. Kukeringkan dengan belaian cinta ku. Dan saat aku menyatukannya, taklupa aku membaca mantra “homena homena homena”. Ternyata itu membuahkan hasil. Hp busuk nan cacad ini pun kembali kedunia.
Setelah kembali bernyawa, pesan – pesan singkat dari doi menyerbu "mana? Ternyata kamu benar jambu" , "ga ada bedanya sama laki laki obral janji yang lain", "bla bla bla" aku membalas dgn menekan tombol capslock "AAAAAAAAAAAAAAA!!" Aku mengetik pesannya sambil berteriak “AAAAAAAAAA”. Tepat seperti gorilla kelaparan . Eh , ralat. Karna badan aku sangat tidak sesuai untuk jadi gorilla, seperti monyet kelaparan juga tidak masalah. Tapi…. Ah sudahlah…
And , finally. Today, rain is sucking me ._.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar