(Masih) Teman
Kebersamaan memang menyenangkan. Kami berada dalam satu meja makan. Kami bak ibu-ibu penggosip paruh baya yang tak henti menggerakan bibir. Tawa adalah teman yang selalu muncul saat kami bersama. Canda-canda basi pun keluar tetapi tetap saja itu lucu. Personil kami lengkap hari ini. Jadi tidak ada luka dan tidak perlu memikirkan luka teman yang terluka karena memang tidak ada yang terluka. Solidaritas bagi kami harga mati. Kami terbentuk bukan karena band, break dance atau penggabungan itu (baca:boyband). Kami terbentuk karena rasa kepedulian dan saling kasih.
Sejujur dan sebenarnya kami itu dua. Aku dan dia. Aku dan perempuan yang (masih) menjadi teman. Dan aku sangat menikmati ini.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar