Komplikasi dgn Cinta

  • 6

     Melirik wajahmu dan tersenyum. Itulah yang aku lakukan saat bersamamu. Aku tak mengerti kenapa, tetapi aku seperti harus tersenyum saat memandangmu. Dan kamu sama seperti aku, melihatku dan tersenyum. Sulit memang untuk menolak tersenyum saat kita bersama. Apapun cerita kita, kita selalu tersenyum seringai dibubuhi dengan tertawa kecil yang renyah , dan kau tau ? Itulah keindahannya.
Tapi tunggu dulu, aku rasa aku mulai bosan dengan keindahan ini.
       Aku rasa si "cinta" ini mempermainkan aku. Bagaimana tidak, dia membuat aku senang diawal lalu sesuka hatinya membuat sad ending. Jika dia kecoa, akan aku buat dia terbaring dan aku akan membiarkannya sampai dia mati kelaparan. Itu kejam ? Tentu saja tidak. Itu pantas buat dia yang telah mempermainkan aku dan ribuan orang sepertiku.
       Eh tapiiiii, bukankah dia juga baik? Buktinya banyak yang merasakan legitnya sensai cinta. Dia juga memberi pelajaran arti kehidupan. Dia juga memberi kekuatan dengan tak ternoda untuk mencinta dengan setia.
 
   Dan selalu begini. Dalam diriku selalu terjadi komplikasi. Si cinta ini memang sangat bingo untuk dijadikan alat pembunuh. Dia membunuhku dengan perlahan. Pertama dia menyerang otakku, lalu dengan mudahnya dia mengendalikan seluruh tubuhku. Menyerang mataku untuk selalu melihatmu, menyerang hidungku untuk mengendus aromamu, dan menyerang mulutku untuk mengeluarkan janji janji yang aku rasa itu mustahil.
       Hei cinta, belum puas kah kau melihatku sekarang? Berbicara sendiri, merangkum semua arti darimu, menganggap kau ada dan merasakan kau hidup.
Sudahlah, aku jadi tampak bodoh dimata monitor ini yang dari tadi memperhatikanku. Dan pada keyboard ini, yang dari tadi melece ku dan membuatku bosan dengan backspace. Aku tidak akan memikirkan tentang ini lagi. Tapi aku akan selalu bercinta denganmu.

6 komentar:

animasi blog