Tanggal berlalu dengan cepat. Hari-hari berubah dari Senin sampai Senin. Jam dinding berputar tanpa bosan. Finally, hari ini tiba. Semua orang berkata selamat kepadanya, padahal dia tak melakukan sesuatu. Oh iya, aku lupa, hari ini dia ulang tahun. Dan selamat itu ditujukan kepadanya, karna dia melewati detak jam dinding dengan indah selama setahun ini. "Eh, tapi siapa bilang aku melewati ratusan hari ini dengan indah? Tapi tak apalah berhubung ini hari ulang tahun ku," katanya sambil tersenyum.
Tepat setahun lalu dia berada di atas sebuah kapal besar menuju sebuah kota besar. Menginjakkan tapak kaki mungil di sebuah kota besar merupakan kado terindah saat itu. Dia masih mengingat betul kejadian setahun lalu. Diatas sebuah kapal tanpa sinyal. Sudah menumpuk kata selamat yang akan menggetarkan 'HP' nya. Saat tiba di pelabuhan kota besar, dia menghidupkan 'HP' nya sambil memikirkan kata-kata untuk mengganti 'personal message' nya. Puluhan pesan masuk. Dan itu sangat membuatnya tampak ceria. Dia membuka pesan satu demi satu sambil membalas "terima kasih 'nama pengirim' :)" . Pesan pun sudah habis, dia kembali men'scroll' HP nya ke atas. Tampaknya mencari pesan dari seseorang. Dan kelihatannya dia tidak menemukannya. Mukanya murung dan lesu.
Tiba-tiba di layar HP nya bertulis "incoming call". Dengan mantap dia menekan tombol hijau. "Joni udah dipelabuhan? Selamat ulang tahun ya Jon." Dari suaranya
menggambarkan, bahwa si penelepon adalah seorang wanita tua. Dan dari
kalimat itu mampu mengubah muka murung Joni menjadi tampan. Bintik-bintik
jerawat kecilnya seketika hilang. Tapi lima detik kemudian mukanya
berubah sedih. Dan mukanya kembali musam. Aku yakin dia akan
menjadi aktor handal yang dapat mengganti mimik muka dalam lima detik.
"Iya ibuek, Joni udah dipelabuhan. Sekarang mau ke kampus baru sekalian nyari kosan." Suara Joni terbata-bata seperti mau menangis. Aku tertawa terbahak-bahak. Soalnya si Joni yang tampak garang itu sangat cingeng haha. "Lalu kenapa bermuram durja?" Kata ibuek sambil tertawa sedikit. Ibuek adalah seorang janda tua yang mengasuh Joni dari kecil. Nenek ini sering dipanggil ibuek oleh Joni dan cucu lainnya.
"Iya saking bahagianya jadi sedih ibuek, hehe" seperti biasa, di akhir kalimat dia selalu menambahkan tertawa manja. Maklumlah cucu yang paling dimanja.
Usai bertelepon, dia kembali membalas pesan-pesan selamatnya. Dan kali ini dia membalas dengan muka datar. Harus di akui Joni adalah pemain mimik muka terbaik.
Seperti di prolog tadi, kini setahun telah dilewatinya. Dan kini dia berulang tahun di kota kelahiran bersama ibuek tercintanya. Kata-kata selamat pun masih berdatangan seperti tahun kemarin. Dan dia tetap membalasnya seperti tahun kemarin juga "terima kasih 'nama pengirim' :)"
Sekarang yang dilakukan Joni adalah diam menunggu wanita tua yang disebutnya mama untuk kembali ke kotanya. Dan untuk wanita lain, dia tak perlu menunggu lagi. Karena dia telah memilikimu.
Be Strong Joni ! Selamat Ulang Tahun !
Seems like this story is the real story of yours, isn't it dam? :D
BalasHapusnope, it's joni's story. haha
BalasHapus